Follow Us @soratemplates

September 9, 2014

4 Kepala 1 Atap

Coretan ini mulai dituangkan ketika aku mulai merindukan suasana kamar asrama juga merindukan mereka. Ya.. mereka adalah teman satu kamarku. Kami disatukan karena campur tangan Tuhan.  Teringat akan candaan mereka yang nyablak, gosip setiap sebelum tidur, curhat colongan tentang hubungan cinta mereka masing-masing. Kemudian teringat akan tata letak barang kami dikamar, tempelan brosur delivery makanan di belakang pintu, tempelan kata-kata motivasi super yang tertempel di depan meja belajar masing-masing, dinding asrama yang adem dan membawa ketenangan, air galon yang selalu membuat kami heran "kok cepat habis :D", jemuran underwear yang semi basah didepan jendela, rambut rontok entah punya siapa yang selalu ada meskipun sudah disapu wkwkw, juga pintu asrama dan gantungan kunci kamar yang bertuliskan angka 104.
Di sini.. di kamar ini aku telah menetap dengan nyaman selama hampir 1 tahun. Aku ingat waktu pertama kali memijakkan kaki di kamar ini tanggal 15 Agustus 2013 sekitar pukul 5 sore. Tapi, sebelum mendapatkan kamar ini aku harus berlari-larian juga berdesak-desakan. Fiuhhhhh.



***
Aku salah masuk asrama. Aku mengira bahwa gedung yang aku datangi sekarang adalah calon asrama ku. Ternyata, gedung tersebut memang dulunya untuk asrama putri (Gedung L) kini berganti menjadi asrama putra. Bukan karena apa, aku mendatangi gedung ini karena melihat penampilan gedung yang sama persis dengan brosur dan web asrama.


"di mana sih asrama putri yang benar ???" kesal ku.

Ternyata letaknya tak jauh dari situ. Langsung ku bergegas menuju tempat yang sudah ramai dengan miba-miba cantik. Sekitar 2 meter dari tempatku berpijak, di situ sedang ada pendaftaran catering dan laundry khusus asrama putri. Tanpa pikir panjang, ibu yang sejak daritadi mengikutiku pun langsung meng-IYA-kan. Tau sendiri ya, emak-emak ingin anaknya dapat yang terbaik. Elahhhh.

Sembari ibu ku mengurusi catering serta laundry ku, ku lihat ada secarik kertas yang bertuliskan "Asrama Gedung A Nyi Ageng Serang". 
"Eh ada namaku!!" kataku bersorak.
Aku kaget ketika melihat daftar nama penghuni Asrama Gedung A. Ternyata namaku tertera di Gedung A kamar 104 yang pada saat itu penghuninya baru aku sendiri.
Kemudian aku menuju Asrama Gedung A sambil menggerek koper yang Masyaa Allah berat banget buset dah. Kutanyakan satpam cantik yang sedang duduk di meja informasi, "Teh, kenapa di kamar 104 cuma ada nama saya?". "Ohh nanti juga akan ada orang yang isi, gak mungkin diisi satu orang aja" jawabnya sambil tersenyum manis. Duh teh bagi dong senyumnya biar kecipratan manis wkwkwk. Setelah mengambil kunci kamar 104, aku pun bergegas masuk ke kamar. Rencananya ingin segera rebahan. Hayati sudah lelah, hayati kangen kasur, perjalanan Yogjakarta - Bandung dengan mengendarai mobil sukses membuat hayati mabuk darat. 
Malamnya aku langsung jalan-jalan di koridor asrama. Kebetulan aku melihat sebuah kamar yang terbuka yaitu kamar 101. Ntah kesambet setan SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) aku langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam "Assalamualaikum". Ku lihat seorang miba dengan kedua orangtuanya yang sedang sibuk mengemasi barang-barang. "Waalaikumsalam" Jawab mereka serentak.
"Namanya siapa?" mulaku.
"Novi, kamu?" balasnya.
"aku Syifa :)" jawabku dengan lugas.
Dari situlah awal perkenalan kami yang kalo diingat-ingat lagi malah membuat kami jijik. Iya kan Nov? :D
 
Terus berlanjut hingga langit semakin gelap, hawa Bandung yang baru pertama kali kurasakan pada malam itu. Dingin. Waktu kian menunjukkan waktu larutnya namun asrama tak ada sepi-sepinya, banyak miba yang baru datang dan masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Lupakan!!!. Yang penting roommate ku lengkap, 4 orang. Ya satu kamar asrama wajib diisi 4 orang anak. Seneng rasanya akhirnya kamar ku full-team seperti kamar-kamar yang lain :D. Ditambah lagi, seseorang yang waktu itu ku ajak berkenalan di kamar 101 malah sekarang menjadi teman sekamar hahaha.
Dua orang lainnya datang dari pindahan kamar lain dan gedung lain. Namanya Intan asal Padang, waktu itu masih menggunakan behel. Ah cita-citaku pengen pake behel. Tak kusangka dia masih muda, kelahiran tahun 97 atau 98 gitu. Kalo ga salah ya, dia menjadi mahasiswi termuda satu angkatan. Hoho. Kemudian satu lagi namanya Citra asal Solo. Tapi kebersamaan itu hanya berlangsung 2 minggu karena Intan pindah ke lantai 4 karena ada teman yang satu jurusan dengannya begitupun si Citra. Hingga tinggal aku dan Novi berdua di kamar. Sedih sih, tapi mau gimana lagi.

"Nov, janji ya jangan pindah kamar, temani aku" pintaku seraya ngusel-ngusel lengannya yang gueeede wkwk.

Hari terus berlanjut, saat itu kita semua sedang masa orientasi kampus atau lebih dikenal dengan nama PDKT (Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi) *boleh uga akronimnya wkwk. Alhamdulillah masih bisa merasakan menjadi mahasiswa IT Telkom walau sebentar :’).

Tugas-tugas yang diberikan saat itu berat banget, tapi seru dan mengasyikkan apalagi dikerjakan bersama dengan teman se-asrama dan plusnya asrama menyediakan fasilitas free wifi sehingga kita pun dengan entengnya dapat mengakses web PDKT setiap waktu. Fyi, PR dan pengumuman saat masa orientasi suka muncul tiba-tiba di web PDKT. Hiiiii.

***
Akhirnya kamar kami nambah satu orang, namanya Raysa. Mojang Bandung geulis pisan. Total menjadi tiga orang di kamar 104.

Oh iya sekitar satu bulan setelah IT Telkom mengadakan ospek, waktu itu IM Telkom baru akan mengadakan ospek, jadi para calon mahasiswanya baru datang sekarang. Suasana saat itu ricuh sekali. Calon mahasiswa IM belum mendapatkan jatah kamar. Jangankan mereka, satpam Gedung dan panitia juga kebingungan. Kamar kami laris ditanya oleh satpam, “disini masih kurang satu orang lagi ya?”. Pertanyaan harian yang kami dapatkan.


Sampai akhirnya kamar 104 full-team! :)

***

Masa-masa ospek terlewati. Saatnya mempersiapkan perlengkapan kuliah. Aku dan Novi memutuskan untuk keluar kandang. I mean Asrama wkwk setelah kami selesai menyantap makan malam dari catering yang disediakan, kami pun ke luar kawasan kampus untuk mencari perlengkapan kuliah dan mencetak jadwal kuliah.

***
Tanggal 2 September 2013 adalah hari pertama aku menjadi Mahasiswa! hehehe. Ga kerasa udah jadi anak kuliahan. Tapi tetep aja ngerasa kaya anak sekolahan. Outfit Of The Day kami yaitu satu set seragam (kemeja putih + rok biru dongker) dan tas ransel wkwk. Tas ransel isinya laptop. Anak teknik banget kan?.

Hari demi hari yang kami lalui terasa lama, ya.. maklum kami berempat baru kali ini merasakan dunia perantauan. Sedih. Mau makan saja harus usaha dulu buat nyari delivery yang enak kemudian harus betah menunggu makanan datang. Kemudian kami baru sama-sama merasakan tinggal di sebuah kamar yang diisi dengan empat orang. Sempit sih. Dengan dimulainya kami tinggal bersama, tentunya kami sudah musyawarah tentang jadwal membeli air galon, urunan membeli voucher token listrik, jadwal membersihkan wc, jadwal mengepel kamar dll.

***

Aku dulu sangat jaim, mau mandi saja malu-malu, buka dan pake baju di wc. Mereka juga kok! :D
Tapi... setelah kami semua merasa nyaman satu sama lain, kebiasaan jaim kami kandas. Bahkan kentut kami saling saut-sautan. Hahahaha lucu kalo diingat.
Oiya.. kami semua pernah bangun kesiangan. Jadi, anak teknik jadwal kuliah terpagi adalah pukul 06:30 WIB. Kebetulan kami bertiga (aku, Raysa, dan Novi) punya jadwal pagi yang sama-sama harus berangkat 06:15. Tapi, kami semua bangun pukul 6 lewat. Gila. Heboh dong. Tau ya hebohnya wanita seperti apa wkwkwk. Tentunya, kami semua hanya sempat sikat gigi dan cuci muka. Minyak wangi kami masing-masing sukses bercampur karena kami makenya kaya mandi parfum wkwkwk. Tak lupa lipstick tersemat di bibir kami supaya menampakkan kesan segar (aslinya mah belum mandi) wkwk. Udah cantik? Sip yuk berangkat!.

Pulang kuliah, seperti biasa... nge-gosip. Apa aja diomongin. Sampai tengah malam, sampe posisi kami masing-masing bukan berkumpul di tengah melainkan sudah baring di masing-masing tempat tidur. Badan ini lelah, tapi mulut pengennya ngerocosss aja wkwkwk.
Kayaknya akibat kami doyan gosip sampe midnight, alarm pagi juga gak terdengar di telinga kami seperti kejadian kemarin. Adzab yang langsung datang kayanya. Hehehe.

Kami sering nonton film bareng. Pernah deh rasanya sosoan nonton film horror, trus lampu dimatiin. Akhirnya jerit-jerit sendiri wkwkwk. Trus makan keripik pedas, berhubung Raysa dan Tiwi si jago makan pedas. Novi dengan keahlian makan pedas tingkat medium. Dan aku yang gak begitu suka pedas begitu menikmati keripiknya. Besoknya? Kami rebutan WC dong wkwkw.

"Eh, siang ini makan apa?"
"Malam ini makan yg kemarin kah?"
"Delivery xxx enak lho!!"
"Gue baru dapat brosur delivery xyx nih, murmer gila. Cobain yuk"
"Makan apa?"
"Terserah :) Aku ngikut wae"
"Ih ikutt deliv ini"

Momen yang kusuka adalah ketika kita saling menawarkan makanan yang kita punya, pinjam dan meminjamkan barang, ngerecokin orang yang lagi pacaran di depan kamar, karaoke di kamar, pergi dan jalan bareng, pokoknya saling toleransi dan menurunkan keegoisan masing-masing.

***
Untuk Novi, Tiwi, Raysa.. terimakasih ya. Tuhan ternyata menggariskan hidup aku untuk ketemu kalian, mengenal kalian, dan berpisah juga dengan kalian.
Gracias.. Tons of love inside my heart.
Jangan jijik wey bacanya! :D


No comments:

Post a Comment